Background

Background

Silahkan klik beberapa gambar di bawah ini

  • image1
  • image2
  • image3
  • image4
  • image2
  • image1
  • image4
  • image3

akhir sebuah buku memang selalu jadi pertanyaan apankah jalan akhirnya akan jadi bahagia atau sebaliknya. seperti penulis penulis lain aku tidak pernah tahu  akhir cerita ini akan kemana, dan sebenarnya aku tidak ingin cerita ini berakhir seperti ini. namun apa daya terkadang naskah memang selalu bertindak liar tak pernah terduga. seperti inspirasi yang mengalir begitu saja berubah menjadi kata menjadi jalan cerita. tak pernah terduga, bahkan oleh penulisnya sendiri.
seperti penulis penulis lain, disini aku tak pernah tahu apakah cerita cerita dalam buku ini adalah kisah nyata, atau hanya angan semata. fiksi dan fisik saling berbenturan. antara kenyataan dan khayalan. seperti buku buku lain yang pernah aku tulis, kali ini aku tak tahu apakah tokoh ini memang ada atau khayalan. seorang tokoh yang selalu menjadi dambaan penulis, perfeksionis, protagonis, baik hati , periang atau apapun itu yang menjadi dambaan. tapi apa benar tokoh itu ada , atau jangan jangan itu hanya khayalan lagi. entahlah , mungkin ini salah satu ketakutan dari seorang penulis yang menulis untuk lari masalah, lari dari dunia maupun kenyataan. ya ketakutan untuk tidak bisa lagi membedakan mana khayalan mana kenyataan.
seperti penulis penulis lain yang menginginkan akhir bahagia, layaknya cerita cindrella ataupun kisah cinta para wayang arjuna dan shinta. aku juga menginginkannya. tapi kembali lagi aku hanya penulis yang "hanya" mengembangkan jalan cerita yang sudah ada. untuk selanjutnya kuserahkan kembali pada sang maha editor, maha pencipta dan maha pengkoreksi, mungkin dia akan menghapus hal hal yang sekiranya aku anggap cerita paling penting. atau sebaliknya, dia memintaku untuk menembangkan sebuah cerita yang sama sekali aku tidak anggap penting bahkan aku tak pernah mengetahuinya.
pada akhirnya buku ini memang harus diakhiri. ditutup dengan kata "tamat" ataupun "bersambung" ke buku lain, tanpa peduli jalan ceritanya bagaimana dan akhirnya bagaimana. seperti kata penulis lain, semua cerita pasti berakhir bahagia. tapi apakah benar ? atau mungkin mereka hanya berkhayal khayal sambil berharap saja seperti yang aku lakukan ?. entahlah

Aneh ya (?)
kenapa kita bisa terhempas dalam pelik dan lika likunya situasi.
***
Situasi. entahlah yang jelas aku dan kamu tidak tahu bagaimana situasi ini bisa terjadi, situasi

dimana (mungkin) perangkat besi lebih mudah dipatahkan daripada kerasnya hati.  situasi

dimana sebuah es lebih panas daripada jarak kita. situasi yang entah kenapa membuat

hubungan ini semakin lama semakin menggantung dihadapan waktu.
***
Waktu . memang benar seiring berjalannya waktu semua ini akan terurai tapi entahlah lama

lama waktu dan fakta ini membuat semuanya menjadi runyam, susah dicerna akal, sulit diterima

hati . tapi siapa yang harus disalahkan (?) waktu (?) aku (?) kamu (?) kita (?) atau tidak ada

yang salah sama sekali (?)
***
Salah. mungkin dari awal kita memang salah , salah karena terlalu mengenal, salah karena

terlalu dekat , atau salah karena aku menaruh hati padamu (?)
***
Hati. yah hatiku memang egois seberapa kalipun aku menolak untuk tidak mencintaimu hanya membuat "ia" semakin jatuh hati padamu , semakin keras aku mencoba melupakanmu semakin membuat aku semakin mengingatmu, mungkin otakku rusak atau cara berpikirku yang rusak (?)
***
Berpikir. sangat sulit bagiku untuk berpikir ketika hati dan otakku telah rusak karena terlalu sering memikirkanmu terlalu sering khawatir padamu , tapi kali ini aku mencoba untuk tidak berpikir, agar Rasa ini tetap mengalir begitu saja dan hilang dalam aliran tersebut
***
Rasa. entahlah mungkin lidahku yang mati rasa (?) atau apalah , semua yang kita lalui bermuara pada berbagai macam rasa Sedih-Tawa-Canda-Tangis-Bahagia-Senang-Lupa-Ingat-Luang-maupun-Sempit semua nya sudah kita lalui. kini yang bisa aku lakukan hanyalah berdo'a
***

Berdo'a. kali ini aku akan berpikir dahulu sebelum berdoa ,karena bagaimana bisa aku yang dulu sering berdoa untuk dijauhkan darimu kini menjadi

tersiksa karena jauh darimu (?). mungkin memang doa atau pilianku salah tapi kali ini aku akan coba
 mendoakanmu .
Do'aku kali ini doa ku sederhana saja, kita bisa bahagia , baik bersama ataupun tidak (?). kita bisa

menjaga ini semua baik baik saja , walaupun mungkin ini sedang tidak baik baik saja (?) . maka

aku minta doamu supaya tuhan mengabulkan doaku. supaya aku memilih kebenaran dan kau

bisa memilih perasaan (?)
sebelumnya ini hanya sedikit catatan kecil tentang beberapa teman masa lalu
walaupun sebagiannya sudah mungkin jarang ditemui lagi.
mulai dari teman paling awal "Tia" ya begitu saya sering memanggilnya, orang ini bisa dibilang teman pertama saya walaupun emang jarak umur beda setaun tapi karena dia adalah tetangga sebelah rumah saya jadi ya gitu kita kenal tumbuh dan menjadi anak-anak bareng bahkan saya sendiri tidak tahu kapan saya kenalan sama dia :D , memang perkenalan tak dibutuhkan jika kita saling memahami dari awal .
teman lahir ini memang jadi temen yang berkesan banget dia adalah satu-satunya temen cowo ane sebelum masuk SD, ngabisin waktu siang sama dia emang berkesan yah
image from youtube "jason mraz - i won't
give up" 
absurd, random dan abstrak. 3 kata yg cukup mewakili pikiran saat ini
dan malam ini seperti malam biasanya dinginnya sabtu malam melebur dengan pori-pori kulit menjadikan malam ini cukup dingin
mungkin hanya segelas kopi yang baru dibuat inilah peneman ragaku menikmati malam ini
pikiranku masih saja tertuju pada satu topik yang sama dan pikiran yang sama, ya kamu...
entahlah aku sendiri tidak tahu kenapa hanya topik tentang kamu yang selalu menjadi cerita pikiran malamku
aku sendiri sebenarnya sudah berusaha sekuat mungkin untuk tidak memikirkan hal ini, namun apa daya entah pikiran hati atau apapun ini memaksaku untuk membungkus imajinasi bersamamu
memikirkan bahwa kamu sedang apa ?, mau apa ?, dan apa yang kamu pikirkan juga termasuk dalam kamus peraduanku
aku pernah mencoba untuk lari, namun kembali pikiranku tentangmu jauh lebih cepat mencapai dirimu daripada aku berlari menjauhimu
aku juga pernah mencoba bersembunyi tapi tak pernah berhasil karena pikiranku padamu selalu menjadi cambuk emas yang selalu menggodaku
ya engkaulah adalah cambuk emas, memikirkanmu itu seindah emas namun menghadapi kenyataan akan dirimu adalah cambuk yang perih
tapi sayangnya aku hanyalah orang bodoh yang tak tahu jalan, aku seperti sampah yang terbawa arus sungai yang sedang mengalir deras, tak tahu akan kemana dan akan berlabuh dimana.
semuanya kini menjadi asing bagiku dan mungkin juga bagimu , aku terlanjur membuat air menjadi es tapi bukankah es bisa berubah menjadi air lagi bukan ?
dan pada akhirnya aku akan mencoba dan terus berusaha menjadikan ini semua nyata kembali
yakinlah....